Cici Nivea Lisna: Menggapai Mimpi dengan Penyadaran Diri

Terlahir di keluarga yang lebih dari cukup pada awalmya. Namun roda itu seketika memutar kehidupan dan melemparku menuju dasar jurang. Membuatku tertatih menggapai mimpi hanya dengan modal keyakinan. Menjadi orang yang selalu dicaci sampai menjadi seseorang yang paling dibanggakan. 

Banyak orang yang mungkin berusaha untuk melupakan masa lalu. Namun materi yang diajarkan Frosh secara tidak langsung mengungkit kembali kenangan masa lalu yang berujung pada penyadaran diri sendiri. Tidak semua masa lalu dapat dilupakan, ada beberapa diantaranya yang dapat dipilah menjadi senjata penyemangat dalam menjalani kehidupan yang ada sekarang. 

Selama mengikuti program Frosh, banyak pelajaran berharga yang kudapatkan. Contohnya dengan adanya diskusi dua arah yang dapat mengingatkan kembali tentang perjalanan hidup di masa lalu. Tentang perubahan siapa aku yang dulu dan dimana posisiku sekarang. 

Ternyata dalam perjalanan tersebut, semakin lama semakin jauh dari hidup ideal yang mungkin dapat menjauhkanku dari mimpi yang ingin dicapai di masa lalu. Materi yang dapat menyadarkan diri untuk mengingat kembali apa tujuan hidup sebenarnya. Jangan lupa diri, gagas setiap detik waktu agar efektif dengan menghalangi pencuri dan mampu mengelola emosi dengan berani menghadapi apapun yang terjadi.

Mengingat kembali perjuangan sampai berada di titik ini. Bagaimana tertatihnya tubuh ini dalam mengais rezeki. Bagaimana letihnya mencari rumah si pencuri yang tega mengambil barang rongsokan yang telah lelah dicari. Dan ingat kembali bagaimana Tuhan selalu mengirimkan sosok baik yang menjadi penolong di setiap kesilitan yang kuhadapi. 

Materi Frosh secara tidak langsung telah memberikan penyadaran tersendiri tentang aku yang berusaha menggapai mimpi dengan sebuah kalimat yang kuyakini sampai saat ini. “Syukuri dan sadari bahwa Tuhan itu sangat menyayangimu dan telah merencanakan hal indah untukmu nantinya.” Ya itu kalimatnya. Jangan pernah menyakiti diri atau menyalahkan keadaan. Tuhan saja sangat sayang kepadamu, kenapa kamu malah menyakiti diri sendiri?

Setelah kesadaran muncul, saatnya kembali mengingat tujuan awal. Lanjutkan hidup sampai semua tujuan itu tercapai. Tepis lelah dengan sabar dan syukur. Ingatlah selalu kalimat yang menjadi pegangan dari dulu yang mampu menjadi kekuatan sampai saat ini. Ingat bagaimana perjuanganmu dulu untuk mencapai posisi sekarang. Lanjutkan perjuangan itu dan balas lelah yang dirasakan dulu dengan kesuksesan.

Oleh karena itu, bersyukurlah dengan keadaan saat ini, dimanapun kamu berada dan bagaimanapun keadaannya. Percayalah bahwa Tuhan itu sangat menyayangimu dan telah merencanakan hal indah untukmu nantinya. Ingat kembali tujuan awal dan sadarkan diri dengan perjuangan yang telah dilakukan. Lanjutkan hidup sampai menggapai mimpi yang kau cita-citakan dan berakhir dengan kedamaian.

Oleh: Cici Nivea Lisna, MENTOR FROSH ITB

Editor: Faza

Kamu AoP punya cerita perubahan? Kirimkan ceritamu ke aop@peacegen.id

Daftar untuk mendapatkan info & promosi menarik!