Andi Ismail: FROSH dan Aku

Perkenalkan saya Andi, seorang mahasiswa yang memiliki ketertarikan terhadap hal-hal baru, berasal dari pedesaan yang jauh dari keramaian kota. Orang yang sejak smp sudah mulai aktif dalam berbagai kegiatan organisasi, baik di ruang lingkup sekolah hingga berusaha aktif di masyarakat. Keaktifan tersebut terus berlanjut ke bangku SMA dan bahkan kuliah. Saat SMA, pernah diamanahi sebagai ketua umum organisasi intra sekolah dan mendapat pengalaman yang luar biasa.

Berbagai kegiatan sering saya ikuti untuk menggali ilmu dan pengalaman yang bisa di dapatkan. Tidak mudah memang untuk memilih kegiatan yang cocok dengan passion dan kenyamanan dari diri sendiri. Seperti contoh real nya kegiatan Frosh project yang pernah saya ikuti, banyak sekali hal-hal baru yang bisa diambil. Bertemu dengan orang-orang yang berlatar belakang disiplin ilmu yang berbeda, disediakan waktu untuk saling bertukar ilmu dan pengalaman , serta difasilitasi dengan konten materi yang sangat unik dan elegan.  

Kegiatan frosh memberikan pengajaran sekaligus melatih skill komunikasi. Apalagi saat ini saya sedang menempuh pendidikan di dunia kependidikan yang harus mahir berbicara di depan banyak orang. Sungguh sangat beruntung, saya bisa menjadi bagian dari keluarga program Frosh Project.  Yang semula hanya sebatas iseng semata menjadi suatu prioritas di sela-sela kesibukan perkuliahan. 

Bukan hal mudah bisa bergabung pada program ini, berbagai tahap harus dilewati. Awal cerita ketika itu libur semester yang amat panjang, membuat saya mencari berbagai kegiatan yang setidaknya bermanfaat dan memberi keuntungan pada saya. Bukan hanya mencari keuntungan secara materi, tetapi pengalaman menjadi pertimbangan. Ketika tahu di Intstagram ada post mencari mentor untuk kegiatan Frosh. 

Tanpa pikir panjang, saya langsung mendaftar setelah selesai membaca ketentuan. Jarak seleksi dengan rumah yang cukup jauh tidak menyurutkan semangat, bahkan sebaliknya. Hingga pada akhirnya saya ikut seleksi tahap pertama. Siang harinya diumumkan para peserta yang lolos, dan tanpa nama saya didalamnya. Akhirnya saya pulang dengan rasa kecewa yang mendalam karena gagal dalam seleksi. 

Beberapa hari kemudian, entah rezeki atau kebetulan, beberapa pilihan orang yang gagal diundang mengikuti seleksi tahap 2. Dari sana saya kembali semangat dan pergi mengikuti seleksi dengan semaksimal mungkin. Tanpa di duga, saya dinyatakan lolos dan menjadi bagian mentor frosh project. Sejak saat itu, saya yakin bahwa rezeki yang diberikan tuhan itu benar adanya. Hal yang menurut kita tidak mungkin, bisa jadi mungkin jika sudah rezekinya. 

Mendapatkan berbagai pengalaman yang beragam, akan sangat bermanfaat ketika kita menjalani hidup yang sebenarnya di masyarakat. Bukan lagi sebagai mahasiswa yang memiliki kewajiban untuk berkontribusi, namun sebagai masyarakat asli dari daerah yang kita huni sejak dulu hingga mungkin akhir hayat kita ada disana. Oleh karena itu, jangan pernah kita putus asa jika mengalami kegagalan, terus berjuang sebaik mungkin tanpa henti. Dengan begitu, apa yang kita ingin bisa jadi kenyataan berkat usaha yang telah kita kerjakan. Setelah menimba berbagai pengalaman dari kegiatan mentoring, training, yang awalnya saya hanya seorang mahasiswa yang mudah putus asa, kini saya menjadi orang yang lebih percaya diri dan mengusahakan semaksimal mungkin apa yang saya inginkan tanpa takut gagal.

Oleh: Andi Ismail, MENTOR FROSH UPI

Editor: Faza

Kamu AoP punya cerita perubahan? Kirimkan ceritamu ke aop@peacegen.id

 

Daftar untuk mendapatkan info & promosi menarik!