Makna Qurban dalam Perspektif Islam, Kristen dan Yahudi

Ibadah kurban yang biasa dilakukan oleh umat Muslim di seluruh Dunia pada Hari Raya Idul Adha, menjadikan kurban sebagai tradisi yang dianjurkan untuk dilaksanakan. Menjalankannya bukan hanya dijadikan sebagai tradisi. Tapi, sebagai bentuk ketaatannya dalam menjalankan perintah agama dan keyakinannya beribadah kepada Sang Maha Kuasa. Namun, tahukah kamu bahwa istilah kurban sudah dikenal jauh sebelum lahirnya Islam?

Pertanyaan itu terjawab dalam sebuah agenda Interfaith Dialogue yang diselenggarakan oleh Peace Academy berkolaborasi dengan YIPC Indonesia yang bertemakan “Makna Kurban dalam Perspektif Islam, Kristen dan Yahudi”. Acara ini dilaksanakan pada Rabu, 29 Juli 2020 dengan dihadiri oleh narasumber yang mumpuni di bidangnya, yaitu Ava Shaevel, Ferry Pardosi dan Ahmad SM. Serta dimoderatori oleh Annisa Eka Putri (YIPC Indonesia). 

Melalui Interfaith Dialogue ini, ada beberapa hal yang menarik mengenai makna kurban. Sejatinya kurban bukan hanya tentang menyembelih hewan kurban, tapi juga tentang seberapa banyak kita mengorbankan waktu, pikiran dan tenaga kita di jalan Tuhan. Bentuknya bisa beragam. Bisa melalui puasa, melayani umat, berbagi kepada mereka yang membutuhkan dan menyebarkan perdamaian dimanapun berada. 

Oleh karena itu, penting sekali bagi kita untuk tidak memfokuskan diri hanya pada ritual ibadah semata. Tetapi menjadikan setiap ajaran agama yang kita yakini sebagai pedoman hidup dan menjadikan hubungan antar sesama menjadi lebih harmonis serta saling berbagi.

Dilaporkan oleh Anisa (PeaceAcademy)

Daftar untuk mendapatkan info & promosi menarik!