Musyawarah Pembentukan Tim Kelurahan

Foto: Musyawarah pembentukan tim kelurahan di Babakan Sari

Musyawarah pembentukan tim kelurahan dilaksanakan dalam rangka seleksi tim kelurahan yang akan memfasilitasi pengembangan dan pelaksanaan SITI II dalam upaya pencegahan dan mitigasi resiko radikalisme kekerasan di tingkat kelurahan/komunitas.

Tim kelurahan merupakan tim inti yang terbentuk dari individu terpilih sesuai kriteria baik perempuan dan laki-laki yang mewakili unsur-unsur masyarakat di komunitas.

Unsur-unsur masyarakat tersebut diantaranya tokoh perempuan, tokoh agama, tokoh perangkat desa, tokoh adat, tokoh pendidikan, tokoh kaum muda, dan tokoh lainnya yang dirasa penting oleh masyarakat.

Untuk melaksanakan tugasnya, tim kelurahan akan mendapat pelatihan terkait tugas dan fungsi serta tata cara kerja SITI II.

Foto: Musyawarah pembentukan tim kelurahan di Pasirbiru

Tim kelurahan terdiri dari tujuh orang perwakilan masyarakat dengan memastikan keseimbangan jumlah perwakilan perempuan dan laki-laki .

Komposisi tim kelurahan terdiri dari koordinator tim, wakil koordinator tim, anggota divisi membangun network dan pendidikan masyarakat, anggota divisi pengorganisasian pencatatan dan pendataan kasus, anggota divisi pengorganisasian pembahasan kasus, dan anggota divisi penanganan kasus rujukan.

Tim kelurahan terpilih nantinya harus memiliki prinsip kerja berikut: memiliki rasa keterbukaan dan kesetaraan, menggalang kemitraan, dan partisipatif demi tercapainya tujuan program SITI II.

Daftar untuk mendapatkan info & promosi menarik!